![]() |
Ya, profesionalisme dan deadline sudah seperti kafe free wifi dengan mahasiswa di akhir bulan. Di mana ada wifi, di situlah si mahasiswa nongkrong. Beli kopi satu gelas, tapi wifian sampai kafe tutup, atau nunggu diusir satpam.
Gara-gara deadline, banyak orang terrenggut waktu tidurnya, lupa makan tiga kali sehari (kadang cuma makan mie instan atau berbatang-batang rokok), pose foto hanya depan laptop atau tumpukan kertas, sampai lupa kalau dalam tujuh hari sekali ada hari Minggu.
"Deadline telah membuat tatanan dunia tidak lagi normal".
Risiko bagi orang-orang yang tak mampu memenuhi deadline bisa sangat fatal. Mahasiswa bisa kena DO (drop out) sebab pengerjaan tugas akhir tidak sesuai deadline, karyawan bisa dipecat dari perusahaan juga gara-gara tidak menyanggupi deadline, bahkan laki-laki bisa kehilangan wanita pujaan hati gara-gara gagal memenuhi deadline mahar nikah.
Deadline telah menjadi makhluk peneror (untuk tidak menyebut saudara Malaikat Izroil) bagi kelas profesional.
"Deadline" sendiri terdiri dari dua suku kata, "dead" yang artinya mati dan "line" artinya garis. Secara literal deadline berarti garis kematian. Melihat artinya saja sudah menyeramkan.
***
Satu-satunya (lebih tepatnya salah satu) hal yang bisa mengubah manusia kembali ke kehidupan normal adalah berlibur dan melupakan segala beban yang diciptakan deadline.
Saat berlibur, anggap saja dunia sedang baik-baik saja. Tidur bisa 8 jam dalam sehari, makan tiga kali sehari, dan ingatan kembali pulih bahwa dalam tujuh hari masih ada hari Minggu.
Kalau bisa, saat libur panjang tidurlah senyenyak-nyenyaknya (kalau perlu 8 jam aktivitas, sisanya untuk tidur), makan sebanyak-banyaknya dan seenak-enaknya, spam pose foto liburan di medsos sebarbar-barbarnya, dan ubah tujuh hari sebagai hari Minggu; anggap saja Senin sampai Sabtu hanya ada di negeri dongeng. Saat itulah anda merasakan zona tanpa deadline yang paripurna.
Guci, 3 Januari 2023
*Foto bersama teman-teman pengabdian di Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta saat liburan akhir semester ganjil di destinasi wisata Guci, Tegal, pada Selasa (3/1/2023).

0 Komentar