Fitrah Sosial


Hari itu, Kamis (5/5/2022) kami tertawa sampai larut malam. Perut kami sampai sakit, mata pun sedikit berair, akibat satu kuintal lelucon yang mengocok perut. Pertemuan itu membuat kami "melupakan segala beban hidup". Kami menemukan kebahagiaan yang sudah lama hilang. 

Di Kedai Kopi Salwa itu, batang demi batang rokok, gelas demi gelas kopi, dan gelak demi gelak tawa, tidak terasa lalu begitu saja. 

Acara sowan-sowan ke masyayikh (guru-guru) di Pesantren KHAS Kempek sekaligus kumpul reuni ini menjadi semakin eksklusif di zaman digital yang telah menjauhkan manusia dari fitrah sosialnya. 

Selama ini dunia digital telah banyak memindahkan lingkungan sosial ke ruang virtual. Mulai dari rapat kantor, perkuliahan, sampai obrolan sepele dengan beberapa kawan pun ikut terdigitalkan. 

Di sisi lain dunia digital telah memberi kebahagiaan bagi manusia karena segala kemudahan yang ditawarkan, akan tetapi lambat laun mereka menyadari bahwa banyak "kebahagiaan semu" yang secara tidak langsung merampas "kebahagiaan hakiki". 

Orang yang ingin rapat mungkin tidak perlu berpakaian formal, repot menaiki motor ke kantor, terjebak macet (belum lagi kalau di Jakarta), dan panas-panasan. Tapi segala beban itu hilang dengan hadirnya perangkat digital. 

Cukup dengan telepon pintar sambil santai ngopi di rumah, semua orang bisa ikut rapat kantor dari teras rumah. 

Tapi sadarkah, lambat laun pola hidup yang dimanjakan dengan digital membosankan. Para karyawan bosan karena tidak lagi bersinggungan dengan teman satu kantor, mahasiswa gabut karena tidak lagi bertemu secara fisik dengan teman satu kampus. 

Akibatnya manusia sangat merindukan event-event sosial yang bisa langsung terlibat secara fisik, hadir langsung, tidak lagi secara virtual yang menjemukan. 

Wajar, jika acara sowan-sowan dan reiuni kemarin terasa sangat asyik, terlebih selama pandemi kami lebih banyak melakukan aktivitas secara daring. 

Ada "ruh sosial" yang hadir di acara itu. Kami menemukan fitrah sosial yang sudah lama hilang tersesat di rimba digital.

Posting Komentar

0 Komentar