Renungan Cinta (I)


C-I-N-T-A. Kata yang terlalu ringan. Terdiri dari lima huruf; jumlah yang pendek --paling tidak, tak terlalu panjang untuk satu suku kata. Mengejanya pun tak sulit sama sekali. Tua-muda bisa dengan fasih melafalkannya.

Orang bilang, cinta adalah ketika dua insan saling membutuhkan, satu sama lain. Yang satu lemah dan yang satu lagi menguatkan. Atau sebaliknya.

Dalam cinta. Tadinya, kau mungkin adalah sang penakluk badai --gagah dan kuat. Lalu kemudian meringkuk kedinginan 'hanya' karena rintik gerimis di malam petang --kau begitu lemah. Kau butuh seseorang untuk membawakan payung dan gubuk kecil untuk sekedar bermalam. Seseorang yang menguatkanmu ada di sisimu.

Tapi, orang juga bilang, cinta adalah sumber kehidupan. Jiwamu bisa saja gersang, tapi akan subur bermekaran jika cinta subur berbunga.

Para penyantun anak yatim, para relawan di titik-titi bencana, para tenaga medis yang saban hari 'berebut' nyawa dengan 'Izrail; semua atas dasar cinta. Cinta pada yang tak beribu bapak, cinta pada koban-korban bencana, cinta pada pasien yang bertaruh luka atau --bahkan-- nyawa.

Karena cinta, roda kehidupan berputar sesuai waktu dan tetap tunduk pada porosnya.

Di satu sisi, cinta adalah bukti manusia memang lemah. Tapi di sisi lain, cinta adalah dimana kehidupan yang sesungguhnya berada.

Hiduplah dengan cinta yang membuatmu hidup, bukan justru lemah dan menjadi beban hidup.

Jkt, 19/07/20

Posting Komentar

0 Komentar