Seperti manusia pada umumnya, ada banyak hal yang ingin kita capai di dunia ini. Dari hal yang sangat remeh, sampai hal terbesar yang kadang kita sendiri tidak yakin bisa mencapainya.
Tapi hidup adalah soal ruang dan waktu. Ruang dan waktu memberi batas agar kita tidak terlalu jauh melangkah hingga akirnya lupa jalan pulang.
Di sisi lain, ruang dan waktu membatasi kita untuk melakukan banyak hal. Ingin hati memeluk gunung, namun apa daya tangan tak sampai
Tapi, sejatinya, dari 24 jam yang ada, Tuhan telah menyisihkan sebagian waktu pada setiap manusia untuk menjadi diri sendiri. Yaitu saat kau lepas dari rutinitas, tuntutan, dan apapun yang tak kau jalani dengan sepenuh hati.
Di sebagian waktu itu. Kau bisa lakukan yang kau mau. Membaca buku sambil menyeduh kopi dan makan gorengan, misalnya
Tabik,
Abror.

0 Komentar