Sudahlah


Semua orang pernah merasakan ketertinggalan. Saat orang yang kita kenal sudah terlampau jauh melangkah dengan segenap pencapaian yang dimiliki.

Kecewapun tiada guna. Bukankah segenap tekad dan upaya sudah pernah dicoba? Selama ini, sejauh ini. Kita tidak bisa menantukan hasil akhir. Tuhan telah mengatur semuanya. Mungkin itu yang terbaik kita.

Jika kau harus marah, pada siapa kau harus lampiaskan? Tidak pada siapapun. Tak perlu kau marah.

Jika kau harus menyalahkan, pada siapa kau haru menyalahkan? Tak ada yang bersalah.

Mungkin saat ini kau ingin menangis. Menangislah. Larutkan dukamu bersama air mata yang terburai itu. Sampai habis, dan kau sadar semua itu tak perlu.

Simpan saja air mata itu. Simpan baik-baik-baik. Masih ada yang lebih penting untuk kau tangisi. Air matamu terlalu indah hanya untuk sebuah kekecawaan.

Lihatlah tubuhmu yang lemah ini. Lihat baik. Kau bisa melakukan banyak hal. Bahkan hal-hal yang orang lain belum tentu mampu.

Kau bisa mulainya dari sekarang. Berhentilah iri dengan keberhasilan orang lain. Banyak potensi, banyak kekuatan, dan banyak kesemptan yang bisa diraih. Mungkin kita tidak bisa seperti mereka. Tapi kita bisa lebih hebat dari mereka dengan apa yang kita bisa.

Kau tetap hebat dengan dirimu sendiri.

Probolinggo, 24/01/20

Posting Komentar

0 Komentar