Kita semua sedang menuju titik yang satu dalam prespektif yang beragam. Jalan masih panjang. Banyak kertas masih kosong, juga tinta yang tak kunjung kering.
Teruslah menjadi dirimu hingga titik itu kau rengkuh. Simpan senyum dan tangismu. Simpan baik-baik. Hingga titik itu telah tiba. Silahkan, lebarkan senyummu atau deraikan air mata bahagia.
Kau dan semua yang pernah kutulis, pada akhirnya lusuh dalam selembar kertas. Lalu kutulis dalam lembar halaman berikutnya dalam kisah yang sama. Sungguh membosankan.
Berhentilah menulis tentang siapapun, termasuk tentang kau yang tak sengaja membaca ini. Jika kertas lusuh itu ada namamu, tetap saja kubuang. Lusuh? Buat apa disimpan! "Aku masih diriku yang dulu"
Brebes, 23/12/19
0 Komentar