Sebelum benar-benar menutup mata, ada hal yang ingin ku sampaikan, pada melam, juga bintang-bintang yang selalu kusapa setiap sebelum memejam mata.
Asal kau tahu saja. Malam ini aku betul-betul lupa cara merangkai kata menjadi puisi sarat makna.
Entah karena tak ada lagi makna dalam kata atau mungkin penaku terlalu bosan menulis namanya. Atau mungkin juga karena tak ada lagi hati kosong untuk melabuhkan kata.
Lalu, pada apa dan siapa lagi kata ini memiliki makna?
Tinta pena ini, harus kutulis apa dan siapa?
Pada hati siapa lagi harus kulabuhkan sebuah kata?
Percayalah, Tuhan.
Malam ini aku hanya ingin dia hadir. Membantuku merangkai kata menjadi puisi. Malam ini saja.

0 Komentar