Dualisme



Di satu sisi hidup adalah kompetisi. Siapa yang melangkah lebih dulu, dialah yang layak mendapat apresiasi. Siapa yang lambat, bersiaplah tereliminasi. Mencoba mundur adalah pecundang yang siap dicaci dimaki.

Namun di sisi lain hidup juga tentang bersosialisasi. Kebersamaan dan saling ulur tangan adalah konsekuensi. Mari bergandeng tangan, tunjukan langkah pasti. Individualisme bukan solusi.

Entah mengapa subjektivitas masih saja subur di sudut gelap negeri ini. Saat kebijakan menukik tajam, menghajar, menghabisi dan menelanjangi hak-hak untuk berekspresi.

"Aku yang gila atau negeri ini yang gila." Demikian yang dikata sang bijak bestari.

Posting Komentar

0 Komentar