"Lelah". Mungkin hanya satu kata itu yang ingin kau ucapkan; pada orang di sekelilingmu, pada waktu yang tak pernah berpihak, juga pada kenyataan yang terlalu romantis untuk didramakan.
Tapi, Bung. Tak usah kau ucapkan pada siapapun. Cukup bisikan pada diriku. Percayalah, Aku tetap menjadi pendengar yang baik untuk siapapun. Termasuk dirimu yang tak sengaja membaca ini.
Namun, perlu kau tahu. Kau akan lebih lelah jika harus mendengrkan 'mulut sampah' orang-orang sekitarmu. Biarlah, itu hak mereka untuk berkata apa. Atau paling tidak hak mereka untuk berkreasi menggulitakan hati dirinya.
Satu pelajaran yang perlu kau tahu, Bung. Pendapat orang lain tentang dirimu adalah cerminan orang itu sendiri. Dari itu kita bisa membedakan mana orang bijak dan mana pendengki ulung.
Sampai di sini, kukira kau dapat mengerti, sobat. Masih banyak hal penting yang perlu kau pikirkan. Agenda-agenda besar yang pernah kau tulis pada selembar surat itu, masih ingat, bukan?
Depok, 1/2/20
0 Komentar